Sabtu, 03 Maret 2012

Pengertian matematika

Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen. Matematika selalu berkembang, misalnya di Cina pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.


Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.


Pengertian matematika sangat sulit didefinsikan secara akurat. Pada umumnya orang awam hanya akrab dengan satu cabang matematika elementer yang disebut aritmatika atau ilmu hitung yang secara informal dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang berbagai bilangan yang bisa langsung diperoleh dari bilangan-bilangan bulat 0, 1, -1, 2, - 2, ..., dst, melalui beberapa operasi dasar: tambah, kurang, kali dan bagi.

Produktif


Saya akan menulis mengenai pelajaran yg termasuk ke dalam kategori Produktif

Pelajaran di Produktif yakni, Product, Gizi, Hygiene & Sanitasi, dan Service, pelajaran-pelajaran tersebut merupakan sesuatu yg baru dalam hidup saya karena benar-benar baru saya dapatkan ketika menjadi siswa di SMKN 57 Jakarta dan menginspirasi saya dalam berbagai hal. Misalnya dalam pelajaran product, pada pelajaran tersebut dipelajari persoalan-persoalan yg bergerak di bidang dapur dan sekitarnya, sedangkan Gizi merupakan pelajaran yg mengajarkan tentang gizi, menu-menu seimbang dan masih banyak lagi yg cenderung lebih kepada kandungan-kandungan yg ada dalam suatu makanan, sedangkan Hygiene & Sanitasi lebih kepada kebersihan akan lingkungan sekitar kita dan pencegahan terhadap terjadinya hal-hal yg tidak diinginkan dalam hal ini bisa di bilang keselamatan kerja, kemudian untuk Service yaitu mengenai bagaimana tentang cara pelayanan yg baik dengan standar yg sudah ditentukan.

 Tentu dari sekian pelajaran yg saya pelajari diatas terdapat beberapa inspirasi. Misalnya saya bisa mendirikan usaha sendiri karena telah diberikan ilmu pada pelajaran Product pada bagian pengolahan makanan. Dan manfaat yg lainnya yaitu dapat bekerja lebih hati-hati. Lalu mendapatkan informasi tenteang standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Dan masih banyak mungkin manfaat yg lain yg saya tidak sadari. Tapi intinya saya senang karena mendapatkan ilmu baru dari pelajaran Produktif tersebut. Saya sangat senang dan bangga.

Cara membuat proposal beserta contoh proposal usaha

 Contoh proposal usaha atau contoh proposal bisnis akan saya sampaikan dalam posting kali ini.
pada posting sebelum saya sudah meyampaikan pentingnya membuat proposal usaha

Cara membuat proposal usaha atau proposal bisnis adalah sebagai berikut. Yang harus tercantum di sebuah proposal usaha atau proposal bisnis adalah
Hasil Studi Kelayakan Usaha yang membahas tentang potensi pasar targeting dan segmen
Kebutuhan investasi atu modal 
Biaya operasional 
Neraca awa yang berisi estimasi pendapatan,margin, biaya ops dan keuntungan 
Strategi bisnis contoh proposal sembako bagi anda yang ingin membuka suatu usaha namun memiliki kendala modal maka sebaiknya membuat proposal usaha untuk ditawarkan kepada investor atau penyandang modal, pihak bank dan lembaga keuangan
Keuntungan yang diperoleh jika Anda mampu menyusun proposal adalah: 
a. Investor atau bank dapat memahami dengan baik usulan usaha yang ditawarkan 
b. Investor atau bank dapat memberikan penyertaan modal atau pinjaman yangdiperlukan
c. Memperoleh kesempatan mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar. 
d. Mendapatkan calon relasi usaha yang lebih luas. 

Berikut adalah susunan dari suatu proposal usaha pada umumnya:
 1. Judul Proposal Usaha
 2. Ringkasan Proposal Usaha Pada dasarnya merupakan ringkasan gambaran proposal usaha. Biasanya investor atau bahkan pihak bank sebelum membaca secara lengkap mengenai proposal usahayang ditawarkan, pertama ingin mengetahui lebih dahulu dengan cepat mengenai prospek usaha. Jika mereka tertarik, maka akan membaca secara lengkap proposalusaha yang kita ajukan. Namun bila tidak tertarik, pada umumnya calon investor atau bank kemungkinan besar akan menolak usulan usaha tersebut 
3. Analisis Permintaan-Penawaran dan Persaingan Usaha

Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Kelas



Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Kelas

Kata sekolah itu berasal dari kata skhole, scolae, atau schola yang berarti waktu luang atau waktu senggang. Pada waktu senggang tersebut dahulunya para orang tua Yunani menitipkan anak-anaknya kepada orang yang dianggap pintar agar memperoleh pengetahuan dan pendidikan tentang filsafat, alam dan sejenis itu lainnya.

Mencoba melihat kondisi sekarang sekolah masih dianggap suatu aktifitas yang menyenangkan oleh sebagian siswa justru di luar jam pelajaran tetapi jika di dalam jam pelajaran adalah suatu aktifitas yang membebani. Belum ada penelitian yang khusus mengkaji tentang hal tersebut, tetapi sepanjang pengamatan penulis, jika para siswa berada di kelas mereka inginnya keluar kelas atau pulang, jika ada pengumuman pulang pagi, atau libur, mereka gembiranya tidak kepalang, bersorak sorai, seolah terlepas dari beban berat yang menghimpit.

Banyak orang mengatakan bahwa beban kurikulum kita terlalu padat, tidak lagi mencerminkan suara masyarakat. Peran sekolah cenderung hanya mengajar dan tidak lagi mendidik. Otak anak dijejali kurikulum yang belum tentu perlu. Menghargai NEM tinggi, nilai hafalan nama kecamatan, nama tokoh, tahun sejarah, dan hal-hal yang tak ada keperluannya buat bekal memecahkan masalah hidup yang di negara maju diangap hanya menambah sempit disket memori otak anak (Nadesul, 2002:4).

Penulis pernah membandingkan kurikulum Bahasa Inggris dengan guru Bahasa Inggris dari Yunani dan Norwegia. Mereka mengatakan bahwa kurikulum Bahasa Inggris Indonesia aneh. Apabila pembelajaran Bahasa Inggris itu meliputi empat keahlian membaca, menulis, mendengar, dan berbicara, mengapa dalam ujian justru tidak ada ujian mendengar dan berbicara? Lalu untuk apa prose s pembelajaran speaking dan listening selama ini?

Mengapa menjamur kursus-kursus Bahasa Inggris? Mengapa para siswa masih mencari lembaga lain di luar sekolah untuk belajar Bahasa Inggris khususnya speaking? Kalau begitu apa fungsi sekolah dan atau guru-guru Bahasa Inggris?

Apa kegunaan buku dan LKS tersebut apabila ternyata para siswa tidak mampu berbicara Bahasa Inggris? Mengapa kemampuan speaking para siswa lemah padahal mereka sudah minimal 4 tahun belajar Bahasa Inggris, sudah mempelajari buku paket dan LKS?

Apa dampak psikologis terhadap siswa apabila guru Bahasa Inggris menanyai mereka dalam Bahasa Inggris dan bagaimana dampaknya jika peran guru itu diganti oleh teman sekelas/sebaya dengan mereka? Apakah pendekatan tutor sebaya mampu memotivasi para siswa sehingga mereka mendapat pengalaman berbicara Bahasa Inggris? Apakah keterampilan emosional para siswa juga berkembang?

Tujuannya;1. Untuk memberikan suasana baru dan memunculkan imej baru kepada para siswa bahwa belajar Bahasa Inggris tidak harus selalu melalui metode konvensional, membuka buku paket, mengerjakan LKS, sehingga para siswa tidak merasa jenuh/bosan di kelas. 

2. Untuk memberikan suatu gambaran bagi para rekan sejawat, membuka wawasan bahwa mereka bisa menggunakan metode simulasi tematis selain metode yang ada untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa. 

3. Sebagai alat bantu untuk memperlancar proses tanya jawab tentang tema tertentu dengan pendekatan teman sebagai tutor sebaya dengan demikian diharapkan terjadi pemahaman yang lebih baik atas tema yang dibawakan di kelas. 

4. Suapaya siswa berlatih untuk memiliki rasa percaya diri dengan mengurangi peran dominan guru, sehingga mereka dapat mengungkapan kemampuannya, berlatih speaking secara bebas dan leluasa.

5. Untuk melihat apakah ada perubahan kemampuan para siswa yang signifikan setelah dilakukan metode simulasi tematis baik itu dalam pemahaman, speaking maupun writing

Muatan kurikulum Bahasa Inggris yang terlalu padat, membahas banyak tema yang belum tentu dianggap para siswa bermanfaat dalam kehidupan mereka, dengan tidak dibarengi metode pembelajaran yang menyenangkan, membuat suasana pembelajaran atau suasana kelas dalam pandangan para siswa membosankan. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya apresiasi siswa terhadap pelajaran Bahasa Inggris yang ujung-ujungnya kemampuan berbahasa Inggris tidak sebanding dengan jumlah anggaran yang dikeluarkan negara dan kerja keras para guru Bahasa Inggris maupun siswa itu sendiri. Oleh karena itu perlu dicari solusinya. Salah satu solusi adalah melalui penerapan metode pembelajaran.  

Metode simulasi tematis mampu membuat suasana kelas menjadi hidup dan menyenangkan, juga mendorong peningkatan kemampuan berbahasa inggris siswa yang cenderung lebih baik dalam bentuk pemahaman terhadap tema tertentu maupun dalam kemampuan speaking dan writing. 

Meskipun begitu ada pula kelemahan metode ini. Pertama, membuat kelas menjadi ramai sehingga kadang-kadang sulit membedakan apakah keramaian itu memberikan suatu proses pembelajaran atau tidak. Kedua, tidak bisa dipakai berulang-ulang secara terus menerus. Artinya, mungkin dalam satu tahun pelajaran hanya 4 - 5 kali penggunaan dalam kelas yang sama. Ketiga, memerlukan pengawasan yang lebih daripada proses pembelajaran biasa karena dalam situasi yang demikian ramai, para siswa sering lupa untuk terus menggunakan Bahasa Inggris dalam simulasi tersebut. 

Adapun keuntungannya, metode ini fleksibel, dapat digunakan untuk semua tema dan dapat dimulai dari tingkat kemampuan siswa yang sudah memiliki kemampuan komunikasi dasar. Menurut Endang Adi, metode pembelajaran Bahasa Inggris melalui simulasi ini sifatnya nor formal sehingga penentuan materi pembelajaran bisa bersifat longgar, tanpa harus mengacu pada kurikulum yang berlaku. (Adi, 2002:37). Penulis mencoba menyatukannya dengan kurikulum dan menyesuaikan dengan kemampuan siswa kelas 2 SMU. Kedua, mendorong siswa untuk secara otomatis berbicara Bahasa Inggris karena menuntut kelompok untuk membangun suasana pembelajaran Bahasa Inggri